Rabu, 03 April 2019

Tugas Citra Digital

MENGHITUNG KAPASITAS TENGKI PADA SEPEDA MOTOR

Maka korelasi dari semua produk sepeda motor adalah sebagai berikut :

De (AB) = ((135-110)2+(4-4,5)2+(1.400-1.400)2+(104-97)2)1/2                      = 25,96
De (AC) = ((135-125)2+(4-4,1)2+(1.400-1.500)2+(104-103)2)1/2                   = 100,50
De (AD) = ((135-130)2+(4-4,2)2+(1.400-1.450)2+(104-98)2)1/2                     =   50,60
De (AE) = ((135-150)2+(4-12)2+(1.400-1.550)2+(104-131)2)1/2                    =  153,35
De (BC) = ((110-125)2+(4,5-4,1)2+(1.400-1.500)2+(97-103)2)1/2                  = 101,29
De (BD) = ((110-130)2+(4,5-4,2)2+(1.400-1.450)2+(97-98)2)1/2                     =  53,86
De (BE) = ((110-150)2+(4,5-12)2+(1.400-1.550)2+(97-131)2)1/2                    =  159,09
De (CD) = ((125-130)2+(4,1-4,2)2+(1.500-1.450)2+(103-98)2)1/2                  =  50,49
De (CE) = ((125-150)2+(4,1-12)2+(1.500-1.550)2+(103-131)2)1/2                 =  63,01
De (DE) = ((130-150)2+(4,2-12)2+(1.450-1550)2+(98-131)2)1/2                     =  107,47

Kalau dimasukan kedalam tabel hasil. Maka diperoleh :


Maka Nilai yang diperoleh paling terendah adalah 25,96, didapat dari motor Jupiter Mx 2007 dan Jupiter z 2008

Rabu, 21 Maret 2018

Selamat Siang Pengunjung Blog Sejati.. J
 Apa kabarnya hari ini J semoga semuanya sehat-sehat yh..Amin..
oke pada Kesempatan kali ini saya akan Menjelaskan apa Itu Finite State Automata (FSA) Guna dan Bentuknnya itu seperti apa.
oke langsung saja simak berikut ini ...


Finite State Automata
Finite state automata (FSA) adalah mesin abstrak berupa sistem model matematika dengan masukan dan keluaran diskrit yang dapat mengenali bahasa paling sederhana (bahasa reguler) dan dapat diimplementasikan secara nyata.
Finite State Automata (FSA) adalah model matematika yang dapat menerima input dan mengeluarkan output yang memiliki state yang berhingga banyaknya dan dapat berpindah dari satu state ke state lainnya berdasarkan input dan fungsi transisi. Finite state automata tidak memiliki tempat penyimpanan/memory, hanya bisa mengingat state terkini.
Finite State Automata dinyatakan oleh pasangan 5 tuple, yaitu:
M=(Q , Σ , δ , S , F )
Q = himpunan state
Σ = himpunan simbol input
δ = fungsi transisi δ : Q × Σ
S = state awal / initial state , S Q
F = state akhir, F Q

Guna Dan Cara Kerja Finite State Automata
Finite State Automata bekerja dengan cara mesin membaca memori masukan berupa tape yaitu 1 karakter tiap saat (dari kiri ke kanan) menggunakan head baca yang dikendalikan oleh kotak kendali state berhingga dimana pada mesin terdapat sejumlah state berhingga.

Finite Automata selalu dalam kondisi yang disebut state awal (initial state) pada saat Finite Automata mulai membaca tape. Perubahan state terjadi pada mesin ketika sebuah karakter berikutnya dibaca. Ketika head telah sampai pada akhir tape dan kondisi yang ditemui adalah state akhir, maka string yang terdapat pada tape dikatakan diterima Finite Automata (String-string merupakan milik bahasa bila diterima Finite Automata bahasa tersebut).
Model atau Bentuk Finite State Automata

Model Finite Automata memiliki ciri-ciri:
- Memori 'infinite'-nya adalah null (tidak ada memori sementara).
- head hanya bergerak 1 arah.
- Hanya berisi memori masukan berupa tape berisi string masukan dan sejumlah kendali berhingga.


Contoh FSA : pencek parity ganjil


Misal input : 1101
Genap 1 Ganjil 1 Genap 0 Genap 1 Ganjil : diterima mesin
Misal input : 1100
Genap 1 Ganjil 1 Genap 0 Genap 0 Genap : ditolak mesin

Dari contoh diatas, maka:
Q = {Genap, Ganjil}
Σ = {0,1}
S = Genap
F = {Ganjil }



δ(Genap,0) = Genap
δ(Genap,1) = Ganjil
δ(Ganjil,0) = Ganjil
δ(Ganjil,1) = Genap

Senin, 23 Oktober 2017

UTS SISTEM PAKAR

Nama    : Lorensius Baaki Uly 
Nim       : 15110379


1.            Apa itu Sistim Pakar ????

  Jawaban :dalam bahasa Inggris :expert system) adalahsistem informasi yang berisi dengan pengetahuan daripakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. ... Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman.

2.            Berikan 2 contoh Aplikasi sistim pakar yang sudah ada . jelaskan fungsi dan kegunaannya ??
                1.            Aplikasi Sistim pakar Diagnosa Penyakit bayi.
Aplikasi sistem pakar penyakit bayi  ini dibuat menggunakan sistem pakar berbasis web  dengan metode forward chaining (pelacakan ke depan/fakta-fakta menuju ke kesimpulan) bahasa pemprograman PHP dan database mysql. Tujuan diciptakan aplikasi sistem pakar berbasis web untuk mempermudah bagi petugas kesehatan seperti Dokter, Bidan, perawat dan masyarakat luas untuk mendiagnosa atau memeriksa secara cepat kondisi bayi, serta menemukan solusi dari masalah bayi.

                2.            Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Laptop Menggunakan
Algoritma Pencarian Breadth First Search.



Sistem pakar
dibangun berdasarkan konsep-konsep yang dimiliki oleh seorang pakar. Kerusakan laptop merupakan massalah yang sering terjadi dan di alami oleh sebagian pengguna laptop. Hal ini terjadi karena 
kurangnnya pengetahuan user dalam permasasalahan kerusakan laptop dan cara mengatasinya. Untuk mengatasi kerusakan laptop tersebut biasanya membutuhkan bantuan seorang pakar (teknisi) yang ahli dalam bidang komputer. Dalam penelitian ini agar dapat membantu para teknisi dalam mendiagnosa kerusakan laptop maka di buatlah suatu perangkat lunak menggunakan sistem pakar. Dalam perancangan aplikasi diagnosa
kerusakan laptop menggunakan metode pencarian BFS (Breadth First Seacrh). Selain itu digunakan mesin
inferensi backward chaining yaitu proses penalaran dilakukan mulai dari kesimpulan dan akan dibuktikan
kebenarannya.

Jumat, 20 Oktober 2017

Tugas Grafika

Nama    : Lorensius Baki Uly
Nim        : 15110379
Tugas    : Grafika




package grafika;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
public class GRAFIKA extends Frame implements ActionListener{
    int x = 100;
    int y = 100;
      public static void main(String[] args) {
        Frame frame = new GRAFIKA();
        frame.setSize(640, 480);
        frame.setVisible(true);
   
      }
        // TODO code application logic here
    public GRAFIKA() {
        setTitle("AWT Titik");
        MenuBar mb = new MenuBar();
        setMenuBar(mb);
        Menu menu = new Menu("File");
        mb.add(menu);
        MenuItem mi = new MenuItem("Exit");
        mi.addActionListener(this);
        menu.add(mi);
        WindowListener l = new WindowAdapter()  {
            public void windowClosing(WindowEvent ev) {
                System.exit(0);
            }
        };
        this.addWindowListener(l);
        MouseListener mouseListener = new MouseAdapter() {
            public void mouseClicked(MouseEvent ev) {
                x = ev.getX();
                y = ev.getY();
                repaint();
            }
        };
        addMouseListener(mouseListener);
    }

    public void paint(Graphics g) {
        g.setColor(Color.black);
        int jumlahtitik = 1;
        while (jumlahtitik <=100){
            g.fillRect(100+jumlahtitik, 100+jumlahtitik, 1, 1); // membuat titik dengan format (x,y,lebar x pixel, lebar y pixel)
            jumlahtitik++;
        }
    }
    public void actionPerformed(ActionEvent ev) {
        String command = ev.getActionCommand();
        if ("Exit".equals(command)) {
            System.exit(0);
        }
    }
}


Lorenzo46.JPG